PENTINGNYA PENDIDIKAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA PADA ANAK USIA BALITA

Dalam kehidupan bermasyarakat arti sebuah moral sangat penting. dalam kehidupan sehari-hari seorang anak dapat dikatakan bermoral apabila dalam menjalani kehidupannya ia mengenal yang disebut dengan adat istiadat, kebiasaan, peraturan/ norma-norma, nilai-nilai atau tata cara dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk mendapatkan hal tersebut diatas anak-anak harus diterapkan moralitas yang mempunyai arti bahwa anak harus mempunyai kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip, moral, konsep moral pada anak dapat dibentuk sejak anak baru lahir bahkan sejak anak masih ada didalam kandungan, tergantung bagaimana sang ibu memperlakukannya. Meskipun sudah dipelajari sejak sedini mungkin namun setelah dewasa manusia tetap berharapan dengan masalah moral dalam berhubungan dengan orang lain. Karena perkembangan moral pada diri anak itu sejalan dengan perkembangan kognitifnya.

Dalam pembelajaran moral pada anak pola asuh dan perlakuan orang-orang tua dalam rangka memenuhi kebutuhan, memberikan perlindungan dan mendidik anak dalam kehidupan sehari-hari menjadi ujung tombak untuk menjadikan anak memiliki moral yang baik dalam kehidupannya. Karena peranan orang tua dianggap paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan moral seorang anak dalam hal ini dapat dilihat dari perbedaan perkembangan seorang anak. Dalam hal ini dapat dilihat dari perbedaan perkembangan moral anak ditinjau dari persepsi pola asuh orang tua. Dalam hal ini anak mulai menginternalisir moral-moral sebagaimana yang orang dewasa tunjukkan. Selama 5 tahun pertama dalam kehidupannya, ia telah mengamati bagaimana cara hidup orang dewasa menangani berbagai situasi. Perkembangan moral pada anak akhir-akhir ini bisa dikatakan menurun, hal ini bisa jadi disebabkan oleh pola asuh orang tua yang profektif yang justru akan membuat anak dewasa sebelum waktunya. Saya pribadi mempunyai pengalaman pernah mempunyai anak didik yang orangtuanya sangat profektif, pada anak itu anaknya baru berumur 3,8 tahun dan anak itu bilang pada saya ”bunda saya bosan saya nanti tidak mau pulang, mau main dirumah bunda, tolong bilang sama ibu ya bunda”. Pada saat kondisi seperti ini anak sudah merasa tidak nyaman disamping orang tuanya sendiri dan pada akhirnya nanti saat anak ini emosinya meluap karena dia tertekan, saat ini moral pada diri anak akan menurun karena dia tertekan, saat ini moral pada diri anak akan menurun karena dalam luapan emosinya anak akan berani menentang orang tuanya.

Pembelajaran moral anak yang sesungguhnya dapat dilihat dari 2 aspek yaitu pembelajaran moral dan pembelajaran perilaku pada diri individu anak. Akan tetapi pembelajaran konsep moral tidak menjamin timbulnya tingkah laku moral yang baik pada diri anak, karena tingkah laku moral tidak hanya semata-mata dipengaruhi oleh pengetahuan tentang konsep moral, tetapi juga ditentukan oleh banyak faktor, seperti tuntutan sosial, konsep pada diri anak itu sendiri, kalurga, lingkungan disekitar tempat tinggalnya dan sebagainya. Salah satu faktor yang penting dalam menentunya dan sebainya. Salah satu faktor yang penting dalam menentukan perilaku moral pada diri anak adalah kemampuan mengontrol perilakunya sendiri tanpa harus diawasi atau diingatkan oleh orang lain. Dengan adanya pengaturan ini, anak akan mampu menunjukkan bahwa dia mampu menahan perilaku tertentu secara tepat sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi dan hal itu hanya dapat dicapai pada diri anak yang mempunyai orang tua yang demokratis dan lingkungan keluarga yang harmonis.

Pendidikan agama merupakan dasar pembentukan pribadi anak. Oleh karena itu pembelaran nilai-nilai agama harus diterapkan sendiri mungkin bahkan saat anak masih dalam kandungan sang ibu, karena menurut pengamatan saya pada saat ibu yang sedang mengandung itu rajin sholat, membaca Al-Qur’an, rajin berdzikir, tidak malas dalam melakukan sesuatu maka insya Allah anak yang dilahirkn nanti akan menjadi anak yang rajin, pintar, cerdas dan gemar melakukan kebijakan. Akan tetapi hal itu juga harus diimbangi dengan penerapan nilai-nilai agama dan moral pada saat pertumbuhannya, untuk itu pembelajaran nilai-nilai agama dan moral harus ditunjukkan sejak awal tumbuh kembangnya anak agak kelak dikemudian hari saat ia sudah ada dilingkungan diluar dari keluarganya anak memiliki kesadaran-kesadaran sebagai berikut :

1. Kepercayaan dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Sikap sopan santun dan berkepribadian

3. Rasa cinta terhadap sesama

4. Menumbuhkan jiwa demokrasi.

5. Memiliki rasa, keadilan, kejujuran, kebenaran dan suka menolong orang lain.

Untuk itu, orang tua harus memberikan contoh perilaku yang baik dalam kesehariannya karena pada masa ini anak belum mengerti tentang ahlaq yang baik bagi anak hal ini masih terlalu astrak untuk bisa dipahami. Maka untuk merealisasikan hal tersebut agar anak dapat meniru dengan baik para orang tua harus memberikan perlakuan, perlindungan yang sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan sang anak saat itu, supaya tertanam jiwanya nilai-nilai agama dan moral serta kepribadian yang baik pada diri anak itu sendiri. Apabila pembelajaran agama tidak diberikan pada anak sejak kecil, maka akan berakibat hal-hal sebagai berikut :

- Tidak dapat unsur agama dan kepribadian pada diri anak sehingga sukar baginya untuk menerima ajaran itu kalau sudah dewasa.

- Mudah melakukan segala sesuatu menurut dorongan emosionalnya tanpa memperhatikan norma-norma yang berlaku.

Sebaliknya, kalau dalam kepribadian anak terdapat nilai-nilai agama dan moral yang kokoh, maka segala keinginan dan kebutuhan dapat dipenuhi dengan cara yang wajar dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku. Pembelajaran agama bertujuan untuk membina dan menyempurnakan pertumbuhan dan kepribadian anak. Pembentukan kepribadian di tujuan pada jiwa anak itu sendiri melakukan segala perintahnya dan meninggalkan semua larangannya. Serta pembelajaran agam juga ditujukan pada pikiran anak bahwa ajaran agama harus diketahui dengan sungguh-sungguh agar kepercayaan kepada tuhan menjadi sempurna.

Tetapi harus juga diperhatikan memberikan pembelajaran agama harus disesuaikan dengan perkembangan psikologis anak itu sendiri karena seusia taman kanak-kanak mempunyai ciri perkembangan pikiran yang sangat terbatas, perbendaharaan kata sangat kurang, hubungan sosial hanya dalam keluarga dan peka terhadap tindakan – tindakan orang disekelilingnya. Dengan melihat ciri-ciri tersebut pendidikan agama dapat diberikan dengan cara menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang sederhana misalnya: membaca do’a sebelum melakukan sesuatu, mengajak anak untuk ikut sholat berjama’ah, mengikutsertakan anak dalam pendidikan taman Al-Qur’an, dll.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: